• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Semarang - dodoljenangmubarok.com, Kedatangannya di Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada Selasa pagi (6/9) Kepala Bagian Pemasaran (Mubarokfood Cipta Delicia), Muhammad Kirom, untuk mengisi kuliah umum Jurusan Administrasi Bisnis dengan judul “Potensi Identitas Daerah Sebagai Produk Berdaya Saing”. Baca selengkapnya...

IMPORTIR CHINA DAN BELANDA KUNJUNGI MUBAROKFOOD
Saturday, 07 September 2013 12:10

IMPORTIR CHINA DAN BELANDA KUNJUNGI MUBAROKFOODUsaha Mubarokfood atau yang lebih dikenal dengan Jenang Kudus Mubarok untuk mewujudkan visi “Menjadi Makanan Khas Indonesia Berkelas Dunia” tampaknya semakin terbuka lebar. Penetrasi pasar yang telah dilakukan di negara China dan Belanda sejak tahun 2011 mulai menunjukkan sinyal positif. Sebelumnya, Mubarokfood sudah memulai memperkenalkan produknya ke Negara Tirai Bambu melalui beberapa kesempatan. Antara lain pada 5 Juni – 19 Juli 2011 bekerjasama dengan Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro dalam salah satu kegiatan bertaraf internasional yang bertajuk AIESEC Global Exchange Program ke negara China. Dalam program ini produk Mubarokfood turut diperkenalkan di setiap kegiatan yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai negara. Dilanjutkan dengan mengikuti event bergengsi di China yaitu China ASEAN Expo (CAEXPO VIII) yang diselenggarakan di The Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning Guangxi, China pada 22 – 26 Oktober 2011 yang lalu. Berdasarkan pengalaman dalam  CAEXPO VIII tersebut, apresiasi masyarakat China atas produk Mubarokfood sangat positif dan luar biasa, inovasi yang telah dilakukan utamanya untuk produk coklat sangat digemari masyarakat China. Bahkan stok barang yang dibawa saat expo relatif kurang mencukupi.

 


Menindaklanjuti hasil pameran tersebut, pada hari Minggu, 1 September 2013 yang lalu Mubarokfood mendapat kunjungan tamu istimewa calon buyer dari china. Tujuan dari kunjungan 3 orang buyer / importir tersebut adalah untuk melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan. Mulai dari sterilisasi dan higienitas tempat produksi, lingkungan kerja, serta standar mutu yang dilakukan. Dalam melakukan impor, pihak China relatif selektif terhadap barang yang akan diimpor tersebut. mereka harus tahu prosesyang dilakukan mulai dari bahan yang digunakan sampai dengan mutu produk, bahkan juga kapasitas produksinya apakah mumpuni untuk memenuhi order dalam jumlah besar atau tidak. Dalam kunjungannya, buyer dari China menyampaikan bahwa lokasi produksi Mubarokfood sudah sangat bersih, bahkan telah menerapkan program 5S (good house keeping). Beliau menambahkan bahwa sudah 2 kali melakukan test rasa pada para kolega di China dan rata – rata memiliki respon yang positif.
Belum ada sepekan menerima kunjungan dari calon importir China, pada Kamis, 5 September 2013 Mubarokfood kembali kedatangan tamu Istimewa dari Belanda. Kunjungan ini memiliki tujuan hampir sama dengan calon importir China. Mereka ingin melihat proses pembuatan jenang dan coklat produksi Mubarokfood. Selain itu juga standar mutu yang diterapkan dan kapasitas produksinya. Sebelumnya mereka sudah pernah melakukan test rasa dengan beberapa kolega di Belanda dan mereka sangat tertarik. Menurut mereka, produk Mubarokfood berupa jenang, coklat dan kurma sangat layak masuk ke pasar Belanda. Dari sisi rasa dan kemasan yang menarik sangat mendukung untuk dipasarkan disana. Bulan Februari mendatang mereka akan melakukan test rasa yang kedua ke Belanda dan survey beberapa pertokoan besar di Den Haag dan Amsterdam sebelum penandatanganan kontrak kerjasama. Sebelumnya Mubarok sendiri sudah pernah melakukan penjajakan pasar Belanda melalui Promo Produk Makanan dan Minuman Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Den Haag pada tanggal 7 – 10 September 2011 yang lalu. Event ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi unggulan Indonesia dan membuka peluang pasar di Belanda.


Muhammad Hilmy, Direktur Utama Mubarokfood berharap kerjasama dengan China dan Belanda dapat segera terjalin, mengingat kedua negara tersebut memiliki potensi yang besar, apalagi China merupakan negara dengan jumlah penduduk tertinggi, sehingga diharapkan memiliki daya serap yang optimal. “Kami juga berharap pasar China dan Belanda bisa mengikuti seperti pasar Hongkong yang saat ini sudah berjalan rutin dengan track record penjualan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi jika dinilai dari sisi rasa dan kualitas, sudah sangat representatif untuk dipasarkan disana, tinggal menunggu kesepakatan harga saja” imbuhnya.