• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Jenang Kudus Mubarok adalah satu produsen jenang dan dodol yang paling ternama dan paling diminati di Jawa Tengah. Perusahaan dari Kudus ini akan turut meramaikan Pameran Produk Unggulan Kabupaten Kudus 2016 di Hartono Mall. Baca selengkapnya...

Mubarokfood Rintis Makanan Khas Indonesia Kelas Dunia
Sunday, 09 January 2011 09:34

Pada tahun 2010, produsen jenang khas Kudus, Mubarokfood Cipta Delicia (MCD) genap berusia 100 tahun. Beragam capaian dan prestasi telah ditorehkan jajaran PT MCD, baik tingkat Kudus, Jawa Tengah hingga nasional.

Kini menginjak abad kedua, tekad besar pun dicanangkan, yakni membawa jenang kudus dikenal masyarakat luas, baik lingkup Indonesia maupun mancanegara. Proyeksi ke depan, jenang kudus Mubarokfood dapat menjadi produk makanan khas Indonesia berkelas dunia. Bagaimana upayanya?

 

Dalam usia 100 tahun, capaian apa saja yang sudah diraih Mubarokfood?

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, Mubarokfood menggelar serangkaian acara untuk memperingati satu abad Mubarokfood. Ini sebuah momentum yang kami syukuri dan sekaligus jadi pijakan masa mendatang.

Embrio Mubarokfood sudah dirintis sejak 1910, dan hingga kinitelah berjalan tiga generasi. Masing-masing generasi ada capaian dan tantangan tersendiri. Kalau generasi pertama H. Mabruri dan Hj. Alawiyah (kakek dan nenek H. Muhammad Hilmy, SE) capaiannya ide pembuatan dan hingga perluasan pasar. Waktu itu usaha pembuatan jenang masih home industry, lalu dicoba dijual ke pasar tradisional. Lama kelamaan, lewat "promosi" dari mulut ke mulut, jenang produksi Hj. Alawiyah mulai dikenal lebih luas.

Beralih ke generasi kedua (dipegang oleh A Shochib Mabruri, Ayah H. Muhammad Hilmy, SE) sejak 1942, capaiannya selain mampu menambah jumlah produksi, juga sukses memberikan nama merek nama dagang jenang produksinya dan sekaligus melindungi merek tersebut. Saya angkat topi untuk visi generasi kedua yang memberi jenang produksinya dengan merek "Sinar 33". Capaian lainnya, munculnya varian produk seperti nama Viva, Mabrur, dan Mubarok. Langkah ini dilakukan agar konsumen tidak beralih ke produk lain karena mengalami kejenuhan.

Kalau soal kendala, yakni mulai munculnya merek jiplakan dari produsen lain. Merek Sinar 33 dijiplak dengan merek Sinar 3,3 atau 3o3 dan 333. Merek Mubarok juga dijiplak dengan nama Mubarokah, Al Mubarok, Mubarokatin, Mubarokatun atau mubarok (dengan huruf kecil). Kendala lainnya soal kualitas karyawan. Maklum, waktu itu karyawan yang direkrut adalah sanak famili dan tetangga yang sebenarnya kurang memiliki keterampilan seperti yang diharapkan perusahaan.

Kalau Generasi Anda Bagaimana?

Kalau generasi ketiga sejak 1992, sejumlah kelemahan yang ada pada generasi sebelumnya kami perbaiki. Penataan dilakukan secara berkelanjutan disegala bidang. Misalnya dalam perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Mindset dan ketrampilan kompetensi sekitar 160 karyawan terus kita asah. Semula karyawan di Mubarok harus memenuhi kriteria kreatif, inovatif, profesional, dan amanah. Kata yang disebut terakhir ini tidak kalah pentingnya dengan kata lainnya. Kalau SDM sampai tidak amanah maka tentu akan mengganggu jalannya perusahaan.

Selain itu, pembangunan sejumlah fasilitas untuk menunjang produksi seperti laboratorium dan sarana prasarana lainnya. Protap dan standard operating prosedure (SOP) kita ketatkan. Selain itu, brand yang sudah ada pada generasi kedua kami perkuat lagi. Saat ini Jenang Mubarokfood sudah ditetapkan oleh Pemkab Kudus sebagai makanan khas Kudus.

Di tingkat Jawa Tengah, Jenang Mubarokfood sudah dipercaya sebagai snack untuk jamaah haji saat berada di Asrama Haji Donohudan. Kami juga terus melakukan ekspansi ke sejumlah kota besar, terlebih yang sektor pariwisatanya kuat. Tak hanya itu, Mubarokfood mulai menjajal pasar luar negeri. Meski lewat tangan kedua, secara rutin Jenang Kudus Mubarokfood sudah dikirim ke Malaysia dan Hongkong. Selain itu, ada sejumlah rute penerbangan seperti Jakarta - Jeddah yang salah satu snack-nya ada produk Mubarokfood.

Dalam kurun waktu satu abad ke depan, visi dan langkah apa saja yang akan dilakukan?

Visi besar kami, bagaimana mampu menelurkan formulasi produk yang bisa merepresentasikan citarasa masyarakat Indonesia terhadap sebuah makanan. Kami ingin ke depan produk Mubarokfood lebih dikenal masyarakat luas, baik lingkup Indonesia maupun mancanegara. Produk Mubarokfood kita proyeksikan menjadi makanan khas Indonesia berkelas dunia.

Untuk itu, berbagai inovasi dan langkah kami lakukan. Saat ini kami bekerja sama dengan PT. Mahkota Dewi Jakarta merintis low sugar yang akan kami terapkan dalam berbagai produk Mubarokfood. Selain itu, kami terus mengenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Pasar dalam negeri akan terus kami perkuat. Pada 2011, tiap provinsi kami target minimal ada satu distributor Mubarokfood. Dalam beberapa bulan ini, kami menggelar promosi di belasan kota di pulau-pulau yang ada di Indonesia. Mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera.

Berdasarkan Survei yang dilakukan, ternyata nama jenang lebih dikenal dibanding dodol, termasuk publik yang ada di luar negeri. Selain itu, berdasarkan keterangan dari sejumlah pelaku sejarah dan pengusaha dodol di Jawa Barat, ternyata asal mula dodol itu justru berasal dari Jenang Kudus. Maka mulai Oktober 2010, Mubarokfood mengembangkan dodol dengan merek dagang Citra Persada. Kita berharap, dodol ke depan banyak berperan dalam kegiatan ekspor ke pasar mancanegara. Dengan tekstur luar yang lebih keras dibanding jenang, masa kadaluwarsa dodol lebih lama karena masih layak makan hingga lima bulan. Jadi semisal diekspor, maka masa kadaluwarsa juga tidak pendek.

MCD ini kan perusahaan keluarga. Bagaimana menjaga denyut nadi perusahaan agar ke depan tetap berjalan maksimal?

Lazimnya perusahaan pada umumnya, kami juga ada AD/ART hitam di atas putih. Kami juga ada perjanjian internal dalam keluarga. Itu yang menjadi pedoman. Meski saat ini saya direktur utama, tidak bisa berbuat seenaknya. Kakak dan adik saya juga sama. Semua harus taat aturan, toh kinerja masing-masing ada penilaian dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, yang pasti ada reward dan punishment atas kinerja masing-masing. Yang paling penting, menyatukan visi misi untuk sama-sama berperan dan saling mendukung demi kemajuan perusahaan.

Kira-kira, apa kendala yang dapat mempengaruhi eksistensi Mubarokfood?

Kalau soal kompetitor, kita anggap sebagai penyemangat. Ancaman utama justru dari bahan baku. Akhir-akhir ini kondisi cuaca tidak menentukan yang dipengaruhi oleh pemanasan global. Padahal, bahan baku pembuatan jenang atau dodol seperti ketan, kelapa atau gula sangat bergantung cuaca. Saat ini mungkin dampaknya belum begitu terasa, namun jika tidak diantisipasi sejak sekarang oleh berbagai pihak, berbagai bahan baku tersebut akan menjadi barang langka.