• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Semarang - dodoljenangmubarok.com, Kedatangannya di Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada Selasa pagi (6/9) Kepala Bagian Pemasaran (Mubarokfood Cipta Delicia), Muhammad Kirom, untuk mengisi kuliah umum Jurusan Administrasi Bisnis dengan judul “Potensi Identitas Daerah Sebagai Produk Berdaya Saing”. Baca selengkapnya...

Sejarah Perusahaan  E-mail

Jenang adalah sebuah penganan tradisional dari Kota Kudus, merupakan salah satu produk UKM yang melesat cepat diantara produk-produk olahan UKM yang lain. CV. Mubarokfood Cipta Delicia yang kini dikenal sebagai produsen makanan tradisional jenang Kudus telah melewati beberapa titian sejarah yang teramat panjang, bukti perjuangan dan buah dari kegigihan, keuletan dan akan dikenal sebagai kisah sukses anak bangsa. Pada awal kelahirannya jenang merupakan makanan cemilan yang belum diperdagangkan.

Sejarah berdirinya Jenang Kudus Mubarok dirintis oleh Ibu Hj. Alawiyah yang kemudian dikenal sebagai Generasi Pertama dari produsen jenang Kudus. Lokasi penjualan terletak di Pasar Kudus, area yang sekarang dikenal sebagai tempat parkir para peziarah makam Sunan Kudus di Masjid Menara “Al-Aqsho”.

Pada saat Ibu Hj. Alawiyah meninggal dunia usaha jenang dilanjutkan oleh putranya yang bernama H. Achmad Shochib, dengan demikian H. Achmad Shochib merupakan Generasi Kedua, adapun perusahaannya dikenal sebagai Perusahaan Jenang Sinar Tiga Tiga (PJ. Tiga Tiga). Di tangan beliau perusahaan sudah mulai berkembang dan diproduksi secara masal, disamping itu sudah mulai diperkenalkannya merk Sinar Tiga Tiga sebagai identitas produk. Disamping itu untuk mengantisipasi banyaknya pesaing yang mulai bermunculan maka pada Tahun 1975 perusahaan meluncurkan tiga merk baru, yaitu: Mubarok, Mabrur, dan Viva. Merk-merk baru tersebut terbukti mampu menjadi trend setter di industri jenang terbukti banyaknya pesaing yang meniru dari merk-merk baru tersebut, utamanya merk Mubarok.

Pada tahun 1992, H. Achmad Shochib yang telah sepuh, menyerahkan tampuk kepemimpinan sebagai Direktur Utama kepada putranya H. Muhammad Hilmy, SE seorang lulusan fakultas Ekonomi UII Yogyakarta dan juga alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo.      H. Muhammad Hilmy, SE inilah yang kemudian mendirikan perusahaan CV. Mubarokfood Cipta Delicia (MCD) sebagai pengembangan dari  (PJ. Tiga Tiga).

Mubarokfood Cipta Delicia di bawah kepemimpinan H. Muhammad Hilmy, SE yang merupakan Generasi Ketiga produsen jenang Kudus, mulai menerapkan berbagai sistem manajemen modern sebagaimana layaknya perusahaan – perusahaan besar lainnya. Sebagai Generasi Ketiga, H. Muhammad Hilmy, SE mempunyai cita-cita dan harapan yang mulia terhadap keberadaan makanan tradisional, khususnya jenang Kudus, bahwasanya beliau selalu berupaya untuk terus menerus memacu dan memperjuangkan makanan khas tradisional menjadi icon makanan khas daerah, dan dapat menjadi branding Kota Kudus selain Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek.

Di bawah kepemimpinan H. Muhammad Hilmy, SE tidak hanya terjadi peningkatan dari sisi penjualan dan peningkatan asset perusahaan, tetapi juga adanya pengakuan dari pihak-pihak luar dengan diperolehnya berbagai penghargaan, diantaranya Upakarti 2007 kategori IKM Modern dari Presiden RI, UKM Pangan Award 2008 dari Menteri Perdagangan RI, dan juga perolehan penghargaan Top 250 Indonesia Original Brand 2009 dari Majalah Bisnis Nasional SWA (edisi Mei 2009). Selain itu Mubarokfood juga telah memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu Internasional ISO 9001 : 2000 dan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI. Mubarokfood juga selalu rajin mengikuti pameran – pameran baik di dalam maupun luar negeri (Jepang, Abu Dhabi, Malaysia, Singapura, Jeddah, Filipina, dll).